Sudah capek-capek nulis jurnal, eh bingung mau submit ke mana. Pilih yang jurnal open access takut dianggap kurang serius. Pilih jurnal yang non-open access khawatir keluar biaya besar. Tidak sedikit dosen yang akhirnya diam di tempat hanya karena satu pertanyaan ini.
Kalau kamu sedang merasakan hal yang sama, kamu tidak sendirian. Banyak peneliti pemula yang sudah punya naskah matang tapi justru tersandung di tahap memilih jurnal, antara open access dan non-open access, sampai akhirnya naskahnya tertunda berbulan-bulan tanpa kejelasan.
Kabar baiknya? Jawabannya jauh lebih sederhana dari yang kamu bayangkan. Yang perlu kamu pahami dulu adalah “apa yang benar-benar dihitung dalam penilaian akademik di Indonesia” dan di situ letak titik baliknya.
Daftar isi
ToggleSebenarnya, Apa Bedanya?
Simpelnya begini. Open Access (OA) artinya siapa pun bisa baca artikelmu secara gratis, tapi biasanya kamu sebagai penulis yang menanggung biaya publikasi, atau yang sering disebut APC (Article Processing Charge).
Sebaliknya, Non-Open Access membebankan biaya ke pembaca lewat sistem langganan. Jadi kamu sebagai penulis umumnya tidak perlu keluar biaya apa pun.
Yang Menentukan Nilai Kum Bukan Status OA-nya
Nah, ini yang sering bikin dosen muda salah langkah. Banyak yang fokus memilih antara OA atau non-OA, padahal dalam penilaian BKD dan PAK Dosen, Kemendikbud tidak membedakan keduanya sama sekali.
Yang benar-benar dihitung? Indeksasi. Apakah jurnalmu masuk SINTA, Scopus, atau WoS itu yang menentukan nilai kummu. Jadi jurnal open access ber-SINTA 2 nilainya sama persis dengan non-OA ber-SINTA 2. Tidak lebih rendah, tidak lebih tinggi.
Baca Selengkapnya: Mendeley vs Zotero: Mana yang Terbaik untuk Sitasi?
Pilih Berdasarkan Kondisimu
- Dana terbatas? Cari jurnal OA tanpa APC atau dengan biaya rendah, yang penting sudah terindeks SINTA
- Mau artikel lebih mudah ditemukan? OA Gold di jurnal SINTA 2 ke atas bisa jadi langkah yang tepat
- Target jangka panjang ke Scopus? Non-OA bereputasi layak dipertimbangkan, tapi pastikan naskahmu benar-benar siap
Sebelum submit, pastikan tiga hal ini: jurnalnya terindeks resmi, topiknya sesuai bidangmu, dan bukan jurnal predator. Status open access atau tidak itu urusan belakangan, yang menentukan karier akademikmu tetap indeksasinya.
Eitsss…. Ingin submit artikel sendiri tapi gak ada waktu? Kami bisa bantu kamu untuk men-submitkan artikelmu dengan proses yang cepat tanpa ribet tentunya! Aktivitas jalan Publikasi pun tetap aman!
Anda bisa membaca mengenai tips penulisan artikel, publish jurnal dan mengenal seputar jurnal ilmiah dengan mengunjungi sosial media kami di
instagram @jakadjournal @jasa_publikasijurnal – tiktok @jasapublikasijurnal
untuk informasi lebih lanjut jika Anda memerlukan informasi mengenai publikasi jurnal dapat menghubungi 08988589601



