Sudah berminggu-minggu nulis, lalu klik submit dengan perasaan yang lega, dan seminggu kemudian masuk email penolakan dari editor. Rasanya? pasti tahu rasanya seperti apa.. Yang lebih bikin frustrasi, ternyata bukan risetnya yang bermasalah. Bisa jadi artikelnya sudah bagus, datanya sudah lengkap, tapi gugur di tahap desk review karena hal-hal kecil yang terlewat begitu saja. Format tidak sesuai, jurnal yang dipilih kurang pas, atau abstrak yang tidak cukup kuat untuk menarik perhatian editor.
Sebenarnya ini bukan soal kemampuan. Lebih sering soal ketelitian sebelum klik submit. Dan kabar baiknya, semua itu bisa diperbaiki. Berikut lima kesalahan yang paling sering terjadi, dan yang lebih penting bagaimana cara menghindarinya.
Daftar isi
Toggle1. Salah Memilih Jurnal
Ini yang paling sering terjadi, tapi paling sering diabaikan. Banyak penulis langsung mengirim naskah tanpa benar-benar membaca aims & scope jurnal yang dituju. Dan akibatnya, artikel ditolak editor bahkan sebelum sempat sampai ke tangan reviewer. Pilih jurnal dulu, baru tulis. Gunakan fitur journal finder di Scopus atau Sinta untuk mencocokkan topik penelitian dengan jurnal yang paling relevan.
2. Mengabaikan Author Guidelines
Setiap jurnal mempunya aturan formatnya sendiri, mulai dari struktur tulisan, gaya sitasi, sampai batas jumlah kata. Kedengarannya sepele, tapi tidak sedikit naskah yang ditolak hanya karena template tidak sesuai. Jadikan author guidelines dokumen pertama yang dibuka, bukan yang terakhir dicek sebelum submit.
3. Abstrak yang Tidak Kuat
Abstrak adalah kesan pertama, dan editor yang membaca ratusan naskah tidak punya banyak waktu untuk naskah yang abstraknya kabur. Pastikan abstrak memuat empat hal, yaitu tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Cukup satu paragraf, tapi harus padat dan jelas.
Baca Selengkapnya: Pahami Durasi Proses Review Jurnal Ilmiah
4. Referensi Usang atau Tidak Kredibel
Referensi dari blog, Wikipedia, atau artikel tanpa DOI adalah sinyal bahaya bagi editor. Idealnya, minimal 80% referensi berasal dari jurnal bereputasi dalam 5–10 tahun terakhir. Sebelum submit, luangkan waktu untuk mengaudit daftar pustaka, hapus sumber yang tidak kredibel dan pastikan semua DOI tersedia.
5. Tingkat Similaritas Terlalu Tinggi
Plagiarisme, termasuk self-plagiarism dari karya sendiri, bisa membuat artikel ditolak seketika. Sebagian besar jurnal menetapkan batas similaritas di angka 15–20%, jadi cek dulu menggunakan Turnitin atau iThenticate sebelum naskah dikirimkan.
Sebenarnya, semua kesalahan di atas bukan soal kemampuan riset, tapi soal ketelitian sebelum klik submit. Satu kali audit menyeluruh bisa menghemat berbulan-bulan waktu menunggu yang melelahkan.
Eitsss…. Ingin submit artikel sendiri tapi gak ada waktu? Kami bisa bantu kamu untuk men-submitkan artikelmu dengan proses yang cepat tanpa ribet tentunya! Aktivitas jalan Publikasi pun tetap aman!
Anda bisa membaca mengenai tips penulisan artikel, publish jurnal dan mengenal seputar jurnal ilmiah dengan mengunjungi sosial media kami di
instagram @jakadjournal @jasa_publikasijurnal – tiktok @jasapublikasijurnal
untuk informasi lebih lanjut jika Anda memerlukan informasi mengenai publikasi jurnal dapat menghubungi 08988589601



