
Strategi Submit Jurnal Internasional Bebas Predator
“Jurnal ini terlihat internasional, tapi kok proses reviewnya cepat banget ya?” Bisa jadi, pertanyaan semacam itu pernah terlintas di benak Kamu saat sedang mencari tempat

“Jurnal ini terlihat internasional, tapi kok proses reviewnya cepat banget ya?” Bisa jadi, pertanyaan semacam itu pernah terlintas di benak Kamu saat sedang mencari tempat

Pernahkah Anda mendapatkan hasil Similarity Index Turnitin yang tinggi saat memeriksa artikel ilmiah? Kondisi ini sering membuat penulis khawatir karena dianggap identik dengan plagiarisme. Padahal,

Sudah revisi berkali-kali, sitasi rapi, metodologi matang, tapi naskah tetap kena desk rejection? Rasanya campur aduk, ya capek riset berbulan-bulan, eh ditolak bahkan sebelum masuk

Sudah capek-capek nulis jurnal, eh bingung mau submit ke mana. Pilih yang jurnal open access takut dianggap kurang serius. Pilih jurnal yang non-open access khawatir keluar

“Loh, kenapa daftar pustakanya harus diubah semua?” Mungkin kalimat ini pernah terlintas saat reviewer meminta Anda mengganti gaya sitasi dari APA ke IEEE, padahal artikel

Sudah berminggu-minggu nulis, lalu klik submit dengan perasaan yang lega, dan seminggu kemudian masuk email penolakan dari editor. Rasanya? pasti tahu rasanya seperti apa.. Yang

Setelah manuskrip berhasil dikirim ke jurnal, ada satu fase yang hampir selalu dirasakan oleh para penulis, yaitu menunggu hasil review. Bagi sebagian orang, ini justru

Menerbitkan artikel jurnal ilmiah adalah pencapaian yang membanggakan, tetapi prosesnya tidak berhenti setelah publikasi. Di dunia akademik yang kompetitif, peneliti tidak hanya dinilai dari jumlah