
Mendeley vs Zotero: Mana yang Terbaik untuk Sitasi?
“Loh, kenapa daftar pustakanya harus diubah semua?” Mungkin kalimat ini pernah terlintas saat reviewer meminta Anda mengganti gaya sitasi dari APA ke IEEE, padahal artikel

“Loh, kenapa daftar pustakanya harus diubah semua?” Mungkin kalimat ini pernah terlintas saat reviewer meminta Anda mengganti gaya sitasi dari APA ke IEEE, padahal artikel

Sudah berminggu-minggu nulis, lalu klik submit dengan perasaan yang lega, dan seminggu kemudian masuk email penolakan dari editor. Rasanya? pasti tahu rasanya seperti apa.. Yang

Setelah manuskrip berhasil dikirim ke jurnal, ada satu fase yang hampir selalu dirasakan oleh para penulis, yaitu menunggu hasil review. Bagi sebagian orang, ini justru

Menerbitkan artikel jurnal ilmiah adalah pencapaian yang membanggakan, tetapi prosesnya tidak berhenti setelah publikasi. Di dunia akademik yang kompetitif, peneliti tidak hanya dinilai dari jumlah

Sebelum submit artikel jurnal, cek plagiarisme adalah langkah yang tidak boleh dilewatkan. Bukan hanya soal menghindari tuduhan plagiat, tapi juga memastikan bahwa tulisanmu benar-benar orisinal

Submit ke jurnal internasional bukan perkara mudah, apalagi bagi peneliti Indonesia yang harus bersaing dengan akademisi dari negara-negara yang sudah lebih dulu punya ekosistem riset

Banyak peneliti Indonesia yang ragu untuk menyerahkan hasil risetnya ke jurnal internasional dengan alasan yang sama “Topik ini terlalu lokal, siapa yang mau baca?” Padahal

Latar belakang penelitian adalah bagian pertama yang dibaca oleh editor jurnal dan reviewer, dan kesan pertama sangat menentukan. Jika bagian ini lemah atau kurang meyakinkan,