January 30, 2026

Bingung Cari Topik Penelitian? Coba Analisis Bibliometrik!

Share :

Menentukan topik penelitian yang original dan belum banyak diteliti sering menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa dan dosen. Banyak yang kesulitan menjawab pertanyaan: “Apa yang belum diteliti orang lain?” Kabar baiknya, analisis bibliometrik bisa menjadi solusi praktis untuk menemukan gap penelitian secara sistematis dan berbasis data. Dengan memanfaatkan tools yang tepat, Anda bisa memetakan landscape penelitian di bidang Anda dan menemukan celah yang belum terisi.

Apa Itu Analisis Bibliometrik?

Analisis bibliometrik adalah metode untuk mengukur dan menganalisis publikasi ilmiah menggunakan data kuantitatif. Teknik ini membantu Anda melihat tren penelitian, topik yang sedang populer, penulis berpengaruh, hingga area yang masih jarang diteliti.

Baca Selengkapnya: Cara Mudah Submit Artikel ke Jurnal Tujuan bagi Pemula

  1. Google Scholar
    Platform paling mudah untuk melihat jumlah sitasi dan tren topik penelitian. Gunakan fitur “Alert” untuk mengikuti perkembangan topik tertentu.
  2. VOSviewer
    Software gratis untuk membuat peta visualisasi jaringan sitasi dan co-occurrence keywords. Sangat membantu melihat kluster topik penelitian.
  3. Publish or Perish
    Tool praktis untuk menganalisis metrik publikasi seperti h-index, sitasi, dan tren penulis di bidang tertentu.
  4. Dimensions.ai
    Platform yang menyediakan data publikasi gratis dengan filter yang lengkap untuk analisis awal.

Langkah Praktis Menemukan Gap Penelitian

  1. Kumpulkan data publikasi di bidang Anda (minimal 100-200 artikel)
    Mulai dengan mengunduh artikel dari Google Scholar, Sinta, atau database lain yang relevan dengan topik penelitian Anda. Pastikan artikel yang dikumpulkan adalah publikasi terbaru (5 tahun terakhir) untuk mendapat gambaran tren terkini.
  2. Analisis kata kunci yang sering muncul menggunakan VOSviewer
    Import data artikel ke VOSviewer untuk membuat peta visualisasi kata kunci. Perhatikan kluster yang terbentuk dan kata kunci mana yang sering muncul bersama. Ini membantu Anda melihat pola penelitian yang sudah ada.
  3. Identifikasi topik populer dan topik yang jarang dibahas
    Dari visualisasi tersebut, catat topik yang banyak diteliti (area padat) dan area yang kosong atau jarang diteliti. Area kosong inilah yang berpotensi menjadi gap penelitian Anda.
  4. Cari kombinasi variabel yang belum diteliti
    Perhatikan hubungan antar variabel yang sudah ada. Coba kombinasikan variabel dari kluster berbeda yang belum pernah dikaitkan. Misalnya, jika ada penelitian A tentang X dan Y, serta penelitian B tentang Y dan Z, mungkin hubungan X dan Z belum ada yang teliti.
  5. Perhatikan saran penelitian di bagian conclusion artikel-artikel terkini
    Baca bagian “saran penelitian lanjutan” atau “limitation” di artikel-artikel relevan. Peneliti biasanya menyebutkan apa yang belum mereka teliti dan bisa dijadikan penelitian selanjutnya. Ini adalah shortcut terbaik menemukan gap yang legitimate.

Eitsss…. Ingin submit artikel sendiri tapi gak ada waktu? Kami bisa bantu kamu untuk meng-submitkan artikelmu dengan proses yang cepat tanpa ribet tentunya! Aktivitas jalan Publikasi pun tetap aman!

Anda bisa membaca mengenai tips penulisan artikel, publish jurnal dan mengenal seputar jurnal ilmiah dengan mengunjungi sosial media kami di
instagram @jakadjournal @jasa_publikasijurnal – tiktok @jakadjournal
untuk informasi lebih lanjut jika Anda memerlukan informasi mengenai publikasi jurnal dapat menghubungi 08988589601

Leave Your Comment

Related Post