Content coverage stabil, apakah jurnal Scopus pasti aman dari discontinue? Belum tentu. Banyak yang menganggap jurnal dengan jumlah artikel yang terbit secara konsisten dan tidak mengalami lonjakan publikasi sebagai jurnal yang relatif aman dari discontinue. Padahal, stabilnya content coverage bukan satu-satunya hal yang menentukan keberlanjutan coverage sebuah jurnal di Scopus.
Daftar isi
ToggleMengapa Content Coverage Stabil Dianggap Aman?
Persepsi tersebut sebenarnya cukup mudah dipahami. Jika jumlah artikel sebuah jurnal terlihat stabil dari waktu ke waktu, jurnal tersebut sering dianggap memiliki pola penerbitan yang normal. Sebaliknya, lonjakan jumlah artikel secara tiba-tiba dapat menjadi salah satu sinyal yang perlu diperhatikan.
Scopus sendiri melakukan pemantauan terhadap jurnal yang sudah terindeks. Evaluasi dapat mempertimbangkan berbagai hal, termasuk kualitas publikasi, pola penerbitan, sitasi, integritas publikasi, serta indikasi performa yang tidak wajar.
Baca Selengkapnya: Jangan Sampai Salah Struktur Format Penulisan Artikel Ilmiah
Lalu, Apa yang Bisa Menyebabkan Discontinue?
Discontinue bukan hanya persoalan jumlah artikel yang naik secara drastis. Jurnal dapat masuk proses evaluasi kembali apabila terdapat kekhawatiran mengenai standar publikasi, integritas penelitian, atau performa penerbitan yang dianggap tidak wajar. Scopus juga menggunakan proses kurasi dan evaluasi berkelanjutan melalui Content Selection and Advisory Board (CSAB).
Artinya, jurnal yang content coverage-nya tidak melonjak pun tetap dapat mengalami discontinue apabila terdapat persoalan lain yang menjadi perhatian dalam proses evaluasi.
Apakah Bayar APC Mahal Membuat Jurnal Aman?
Ini bagian yang sering disalahpahami. Membayar APC, bahkan dengan biaya yang mahal, bukan jaminan jurnal akan selalu bertahan di Scopus.
Keputusan mengenai coverage berada dalam ranah kebijakan dan proses evaluasi Scopus. Pihak penulis, penyedia jasa publikasi, maupun penerbit tidak dapat menjamin bahwa sebuah jurnal akan selalu aman dari discontinue. Bahkan, Scopus secara resmi menyatakan bahwa jurnal yang telah diterima dapat kembali dievaluasi dan coverage-nya dapat dihentikan berdasarkan hasil evaluasi.
Karena itu, sebelum memilih jurnal, jangan hanya melihat apakah content coverage-nya stabil atau berapa besar APC yang harus dibayarkan. Periksa juga status jurnal secara berkala melalui sumber resmi Scopus. Daftar sumber Scopus dan daftar discontinued sources diperbarui secara berkala.
Pada akhirnya, tidak ada pihak yang dapat memberikan jaminan mutlak bahwa jurnal Scopus akan bebas dari discontinue. Yang dapat dilakukan adalah memilih jurnal secara cermat, memahami risikonya, dan melakukan pengecekan berdasarkan informasi resmi Scopus.
Anda bisa membaca mengenai tips penulisan artikel, publish jurnal dan mengenal seputar jurnal ilmiah dengan mengunjungi sosial media kami di
instagram @jakadjournal@jasa_publikasijurnal – tiktok @jasapublikasijurnal
untuk informasi lebih lanjut jika Anda memerlukan informasi mengenai publikasi jurnal dapat menghubungi 08988589601



