September 28, 2026

Jangan Sampai Salah Struktur Format Penulisan Artikel Ilmiah

Share :

Format struktur penulisan artikel ilmiah tidak selalu sama. Artikel penelitian original umumnya menggunakan IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion), sedangkan artikel review, systematic review, case report, maupun editorial dapat memiliki struktur yang berbeda. Karena itu, memahami jenis artikel, tujuan penulisan, format, dan ketentuan jurnal penting dilakukan sebelum mulai menulis.

Apa Saja Jenis Format Artikel Ilmiah?

Berikut beberapa format yang umum digunakan:

Jenis Artikel Struktur Umum Keperuntukan
Original Research Introduction, Methods, Results, Discussion Melaporkan hasil penelitian baru
Literature/Narrative Review Pendahuluan, pembahasan berdasarkan tema, kesimpulan Merangkum dan menganalisis literatur
Systematic Review Introduction, Methods, Results, Discussion Menjawab pertanyaan penelitian melalui pencarian dan sintesis literatur secara sistematis
Case Report Pendahuluan, deskripsi kasus, pembahasan, kesimpulan Membahas kasus tertentu yang memiliki nilai pembelajaran
Short/Brief Report Struktur ringkas sesuai pedoman jurnal Menyampaikan temuan penelitian yang lebih singkat
Conceptual/Theoretical Article Pendahuluan, konsep/teori, argumentasi, implikasi, kesimpulan Mengembangkan gagasan atau kerangka konseptual

Untuk systematic review dan meta-analysis, penulis juga dapat diminta mengikuti pedoman pelaporan tertentu seperti PRISMA, sedangkan penelitian observasional dapat menggunakan STROBE.
Baca Selengkapnya : Apa Bedanya Submission Fee, Publication Fee, dan APC?

Mengapa Tidak Bisa Asal Mengikuti IMRAD?

Setiap jenis artikel memiliki tujuan berbeda. Penelitian empiris membutuhkan metode dan hasil yang jelas, sementara artikel konseptual lebih menekankan argumentasi dan pengembangan gagasan.

Jadi, jangan langsung membuat naskah berdasarkan template yang ditemukan di internet. Periksa author guidelines jurnal tujuan karena struktur, jumlah kata, format abstrak, tabel, referensi, hingga bagian wajib dapat berbeda.

Bagaimana dengan Status Penulis?

Selain struktur artikel, pastikan status dan kontribusi setiap penulis sudah jelas sejak awal. Nama penulis sebaiknya hanya dicantumkan jika memang memenuhi kriteria kepenulisan dan berkontribusi secara substansial terhadap karya tersebut. Ketentuan kepenulisan juga perlu mengikuti kebijakan jurnal dan standar etika yang relevan.

Apa yang Harus Dicek Sebelum Publikasi?

Sebelum submit, cek jenis artikel, template, scope, struktur, ketentuan penulis, referensi, biaya, dan proses peer review. Setelah itu, pilih tempat publikasi yang kredibel, transparan, aman, dan sesuai target penelitian.

Jakad Journal dapat membantu melalui review naskah, editing, pemilihan jurnal, hingga pendampingan proses publikasi jurnal nasional maupun internasional.

Sudah punya artikel tetapi masih bingung menentukan format dan jurnalnya? Konsultasikan naskah Anda bersama Kami!

Anda bisa membaca mengenai tips penulisan artikel, publish jurnal dan mengenal seputar jurnal ilmiah dengan mengunjungi sosial media kami di
instagram @jakadjournal@jasa_publikasijurnal – tiktok @jasapublikasijurnal
untuk informasi lebih lanjut jika Anda memerlukan informasi mengenai publikasi jurnal dapat menghubungi 08988589601

Leave Your Comment

Related Post